Ajari Anak Mengenal TuhanNya

Mak, mengajari anak untuk mengenal agamanya tuh gampang-gampang susah. Apalagi saat ini jaman semakin canggih, anak terus disibukkan dengan aneka game di gadgetnya. Setiap orang tuanya berteriak, "nak, sholat duluuuu..."

Apa coba jawabannya? Pasti tak jauh-jauh dari kata, "sebentar ma, tanggung nih tinggal dikit lagi..."

Ayo ngaku deh, pasti kalau urusan agama atau ibadah anak-anak tuh bawaannya menunda terus. Tapi kalau main game, Wih cepet banget sampai nyamber segala hehehe...

E..tapi tidak semua kan ya mak...
Pengalaman saya mak, sejak kecil Fawaz sudah saya ajarkan mengenal Allah. Dulu ketika baju koko seukuran dia belum ada, saya bela-belain menjahitkannya di penjahit. Jadilah setiap acara keagamaan, Fawaz selalu saya bawa serta.

Ternyata efeknya sampai sekarang. Ia jadi terbiasa dengan kegiatan keagamaan. Disamping itu saya juga memberikan contoh di rumah. Ternyata apa yang saya lakukan di rumah seperti sholat dan membaca al-qur'an diikuti Fawaz sampai sekarang.

Jadi mak untuk mengajarkan anak mengenal Tuhan-Nya itu harus dimulai dari orang tuanya. Seberapa besar kita menanamkan nilai-nilai agama kepada anak, seberapa sering kita memberikan contoh menjalankan ibadah dan seberapa sering kita mengimplementasikan nilai-nilai ibadah bagi kepentingan orang lain, niscaya anakpun akan mencontoh setiap sikap dan perbuatan kita.

Satu hal yang tak boleh terlupa, dampingi anak kita, ingatkan terus untuk selalu beribadah. Bila anak masih beraktifitas memasuki waktu ibadah, jangan bosan-bosan untuk mengingatkan agar berhenti sejenak guna beribadah. Kelak bila sang anak telah terbiasa maka ia akan disiplin dengan sendirinya.

Fawaz juga demikian mak. Saya memberinya kebebasan untuk melakukan aktivitasnya. Namun bukan berarti saya lepas tangan. Tetap ada kontrol, artinya di setiap jam ibadah selalu saya ingatkan dia untuk melaksanakan kewajibannya sebagai umat Islam.



Kini saya bersyukur, meski mayoritas warga sekitar non muslim, namun Fawaz masih tetap taat beribadah. Ada saat tertentu dimana ia harus menolak ajakan temannya untuk bermain, yaitu saat menjalankan sholat dan pergi mengaji ke masjid.

Mak, yuk kita ajari anak-anak kita untuk mengenal Tuhannya, agar ia menjadi pribadi yang disilin dan senantiasa taat menjalankan ibadahnya. 

Komentar

  1. alhamdulillah... bundanya fawaz keyeen

    BalasHapus
  2. Betul mbak, anak-anakkan peniru ulung, apa yang dia lihat, itulah yang dilakukan.

    BalasHapus
  3. Pondasi pada saat anak2 memang sangat membantu pada saat dewasa nanti Mba

    www.salmanbiroe.com

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan Populer